Lingkungan

Hai readers! Apakah kalian tahu bahwa 4 hari yang lalu dimana lebih tepatnya tanggal 5 Juni 2021 merupakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia? Lalu apa pentingnya sih hari tersebut untuk kita? Nah, dengan adanya sebuah peringatan, kita sebagai manusia yang tak luput dari sifat "lupa" bisa menjadi sadar dan ingat dengan keadaan lingkungan hidup saat ini.


Dihari yang sama, aku mengikuti Blogger Gathering sesi kedua yang membahas tentang isu lingkungan juga. Topik kali ini yaitu "Cegah Karhutla Cegah Pandemi" dimana menurutku sangat berhubungan dengan keadaan lingkungan kita sekarang. Selama ini aktivitas membakar hutan dan lahan sudah seperti budaya di negara kita, lebih parahnya lagi keadaan sekarang berbarengan dengan wabah pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda. 

Mengatasi Perubahan Iklim Dengan Menjaga Hutan


Pada 14 April 2021, aku sebagai anggota Eco Blogger Squad menghadiri acara Earth Day Gathering. Berasarkan ilmu-ilmu yang sudah aku dapatkan di acara tersebut, aku akan berbagi kepada kalian dengan membuat artikel ini. Artikel ini juga diperuntukkan untuk memperingati Hari Bumi pada tanggal 22 April 2021 nanti. Aku cukup resah dengan suasana Bumi yang terasa kurang nyaman daripada zaman dahulu ketika aku masih kecil. Semakin hari aku merasa hawa panas semakin meningkat saja. Perubahan suhu yang berlangsung beberapa waktu terakhir dapat menunjukkan iklim yang telah berubah.

Keseruan LTKL x Madani x BPN Blogger Gathering : Sustainable Beauty and Wellness | #LestarikanCantikmu

Beberapa hari yang lalu, aku menghadiri LTKL x Madani x BPN Blogger Gathering yang membahas seputar sustainable beauty and wellness dan diakhir acara ada pengumuman pemenang Kompetisi Blog #LestarikanCantikmu. Acara lokakarya ini diisi oleh 3 narasumber keren yaitu Danang Wisnu Wardhana selaku Skincare Content Creator, Christine Pan selaku Owner Segara Naturals, dan Gita Syaharani selaku Kepala Sekretariat LTKL.

Bantu Jaga Lingkungan dan Masyarakat Dengan Memilih Produk Lokal Yang Tepat
“Panas sekali disini dek, banyak kabut asap karena orang bakar lahan.” Begitulah balasan pesan dari Kakakku yang sedang berada di rumah.

Aku adalah seorang mahasiswa yang berasal dari Kalimantan Barat yang sedang merantau di Kota Semarang. Sudah tidak asing lagi jika aku mendengar kabar tentang kabut asap ataupun pembakaran lahan di daerah Kalimantan. Beberapa hari yang lalu, aku mendapatkan kabar melalui status media sosial temanku yang berada di Pontianak. Ia menayangkan sebuah video yang memperlihatkan kabut asap dengan jelas. Hanya dalam selang waktu beberapa hari kemudian, Kakakku curhat bahwa muka anaknya yang baru berumur 1 bulan menjadi merah karena kepanasan dan kabut asap. Tidak habis pikir, padahal jarak antara Kota Pontianak dan Kecamatan Kapuas adalah 194,6 km. Aku yang kurang informasi atau memang kabut asap yang datang secepat itu pikirku.