Manfaat Lahan Gambut Bagi Manusia dan Kelestarian Biodiversitas

Manfaat Lahan Gambut Bagi Manusia dan Kelestarian Biodiversitas


Apakah kalian tahu bahwa lahan gambut merupakan salah satu hal terpenting yang harus manusia perhatikan? Jumlah lahan gambut di permukaan bumi hanya ada 3-5% saja, tetapi keberadaannya mampu menampung 30% cadangan karbon yang tersimpan di dalam tanah di seluruh dunia. Lahan gambut sangat bermanfaat terhadap kehidupan manusia maupun biodiversitas.

Jika kita berbicara tentang bahaya terlepasnya karbon dari permukaan tanah, dimana akan menjadi sumber utama gas rumah kaca. Maka, masalah tentang lahan gambut akan berkaitan  dengan masalah perubahan iklim.

Sekilas tentang perubahan iklim, kalian bisa membaca blogku yang berjudul “Mengatasi Perubahan Iklim Dengan Menjaga Hutan”. Aku sudah merangkum materi tentang perubahan iklim semudah mungkin untuk dimengerti. Dimulai dari pengertian, penyebab, dampak, dan cara mengatasi masalah perubahan iklim secara lengkap dan jelas.


Apa Itu Lahan Gambut?

Lahan Gambut adalah lahan basah atau tanah yang mengandung 65% materi organik yang berasal dari timbunan akar, batang, daun, lumut, rumput dan juga bangkai binatang yang membusuk.

Timbunan tersebut membutuhkan waktu ribuan tahun untuk membentuk lahan gambut. Sekitar 2000 tahun hanya mampu membentuk lahan gambut sedalam 4 meter saja. Pada umumnya, lahan ini dapat ditemukan di lingkungan jenuh air tanpa oksigen.

Lahan gambut sangat mudah rusak karena memiliki sifat yang rapuh. Oleh karena itu, lahan gambut harus diperhatikan dengan bijak agar tidak menimbulkan kerugian dan bahaya bagi kehidupan. Apalagi ketika lahan gambut sudah terlanjur rusak, biaya restorasi (pemulihan) lahan ini tidaklah sedikit.


Ciri-Ciri Lahan Gambut

Tanah di lahan gambut mempunyai karakteristik yang tidak sama dengan tanah mineral pada umumnya. Oleh sebab itu, pengelolaan tumbuhan-tumbuhan di atas tanah lahan gambut itu sangat berbeda dengan tanah mineral. Lalu bagaimana sih ciri-ciri pembeda tanah di lahan gambut itu?


Manfaat dan Peran Penting Lahan Gambut 

Lahan gambut memiliki manfaat dan peran penting dalam kehidupan. Tidak hanya tentang flora dan fauna saja, manusia pun secara tidak langsung telah merasakan manfaat dari keberadaan lahan gambut selama berabad-abad ini.


1. Mengurangi Dampak Bencana Banjir dan Kemarau

Lahan gambut memiliki daya serap air yang sangat tinggi, yaitu sekitar 450%-850% dari bobot keringnya. Sehingga lahan gambut bermanfaat untuk mencegah bencana banjir ketika terjadi curah hujan yang tinggi. Selain itu, ketika musim kemarau datang, gambut akan melepaskan atau mengalirkan air yang telah tersimpan secara perlahan ke wilayah sekitarnya yang mengalami kekeringan.


2. Mitigasi Perubahan Iklim

Gambut mampu menampung karbon empat kali lebih banyak daripada karbon yang ada di atmosfer dan dua kali lebih banyak daripada hutan di seluruh dunia. Ketika lahan gambut rusak, maka karbon yang tersimpan di lahan gambut akan terlepas ke udara atau atmosfer. Sehingga akan menimbulkan terjadinya perubahan iklim dan makhluk hidup di bumi pun akan merasakan keresahan yang luar biasa. So, lahan gambut bermanfaat sebagai mitigasi (mengurangi resiko) terjadinya perubahan iklim.


3. Menjaga Kelestarian Biodiversitas

Biodiversitas atau keanekaragaman hayati adalah kehidupan semua jenis tumbuhan, jamur, hewan dan mikroorganisme yang ada di bumi.


Berbagai flora dan fauna telah hidup di lahan gambut. Tanaman asli yang bisa ditemukan di lahan gambut yaitu jelutung rawa, ramin, bungur, meranti rawa, perepat, Bitangur, dan Terentang. Selain itu, banyak juga binatang yang hidup di darat maupun yang hidup di air ditemukan di lahan gambut. Menurut data, terdapat sebanyak 34 spesies ikan, 150 spesies burung, dan 35 spesies mamalia ditemukan di lahan gambut.

Ayo hargai keanekaragaman hayati yang ada! Dengan menjaga kelestarian biodiversitas, maka rantai makanan tidak akan terputus sehingga keseimbangan ekosistem pun turut terjaga. 


4. Kerajaan Fauna Langka

Banyak ditemukan fauna langka telah hidup di lahan gambut, seperti Orang Utan, Buaya Sinyulong, Beruang Madu, Harimau Sumatera, Langur, Enggang Hitam, dan Rangkong. Jadi, lahan gambut bisa juga disebutkan sebagai kerajaannya binatang langka. Karena itu, lahan gambut bermanfaat sebagai sarana berlindung fauna langka tersebut.


Sudah sepatutnya kita sebagai manusia yang memiliki akal untuk melindungi fauna langka agar rantai makanan tidak terputus. Sehingga keseimbangan alam akan tetap terjaga.


5. Sumber Penghasilan Masyarakat Lokal

Agar masyarakat bisa memanfaatkan lahan gambut sebagai sumber penghidupan, maka diperlukan perlakuan khusus terhadap lahan ini. Masyarakat harus melakukan praktik pertanian yang berkelanjutan sehingga tidak merusak lahan dan memberikan manfaat kepada generasi mendatang.

Pada umumnya, lahan gambut mempunyai tingkat kesuburan yang rendah, dimana memiliki PH rendah, terdapat unsur hara makro (K, Ca, Mg, P) dan mikro (Cu, Zn, Mn, dan B) yang rendah, mengandung asam-asam organik yang beracun, serta memiliki Kejenuhan Basa yang rendah namun Kapasitas Tukar Kation yang tinggi.

Namun masyarakat tidak boleh patah semangat karena selalu ada solusi untuk sebuah masalah. Contohnya saja, masyarakat yang tinggal di tanah gambut Rawa Pening, mereka memanfaatkan tanah gambut sebagai salah satu bahan untuk membuat pupuk organik. Sesuatu yang tidak subur bahkan bisa menjadi pupuk yang berguna untuk menyuburkan tanaman dan tumbuhan.

Beberapa tanaman pangan yang bisa menjadi sumber penghasilan masyarakat yang tinggal di sekitar lahan gambut, yaitu kangkung, purun, pare, dan sagu. Tanaman ini cocok untuk ditanam di lahan gambut. Masyarakat yang tinggal di daerah Kalimantan, Jambi, Sumatera Selatan, dan Riau biasanya mengolah tanaman Purun menjadi sebuah kerajinan anyaman.

Sebagian lahan gambut seluas 15 hektare di wilayah distrik Animba yang terletak di Kampung Sanegi, Kota Merauke telah dimanfaatkan warga sekitar untuk ditanami tanaman Sagu. Badan Restorasi Gambut juga membantu masyarakat dalam mengelola lahan dan mulai mendorong mereka untuk menanam tanaman lain seperti kacang panjang, ketela pohon, petatas dan yang lainnya.


©WWF


Salah satu solusi agar lahan gambut tetap terjaga yaitu dengan menyebarkan pengetahuan tentang gambut itu sendiri ke masyarakat umum khususnya yang tinggal di sekitar lahan gambut. Tidak sampai disitu saja, pemerintah daerah atau pihak yang ahli dibidang permasalahan lahan gambut, diharapkan mampu untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan keahliannya dan pengadaan modal kerja agar bisa mengelola lahan gambut yang berkelanjutan.

Oh iya, menurut saya ini juga penting, pada hakikatnya manusia tercipta disertai dengan akal dan hawa nafsu. Ada beberapa manusia tetap tidak puas setelah menemukan jawaban ataupun solusi. Saya harap kita semua tidak memandang sebelah mata terhadap permasalahan lahan gambut. Walaupun lahan ini minoritas, tapi yang akan merasakan dampak dari kerusakan lahan gambut itu sangatlah banyak.



Referensi:



2 commentsview all comments

Terimakasih telah berkunjung ke blog sederhana ini. Mohon beri kritik dan saran serta pertanyaan jika ada :D

  1. Baru tahu sekarang nih kalau gambut dapat menampung karbon 4 kali lebih banyak dari karbon atmosfer bahkan sampai 2 kali lebih banyak dari hutan yang ada di seluruh dunia 😮

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedih banget banyak yg gatau yaa 😢 semoga dengan artikel ini, semakin banyak yang tahu dan sadar ya ❤

      Hapus